Kelurahan Kota Bengkalis Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan NAPZA

KELURAHAN KOTA BENGKALIS – Pemerintah Kelurahan Kota Bengkalis menggelarkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA), Selasa 25 Oktober 2022

Bertempat di aula Kantor Kelurahan Kota Bengkalis, sosialisasi tersebut dibuka oleh Camat Bengkalis yang diwakili Sekretaris Kecamatan Rafli Kurniawan, S.IP, M.Si


Sosialisasi diikuti 30 peserta remaja yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di wilayah Kelurahan Kota Bengkalis.

Dalam sambutannya, Lurah kota Bengkalis Rizki Subagia Effendi, S.STP, M.Si menyebut terselenggaranya sosialisasi ini berkat program bermarwah, maju dan sejahtera (Bermasa) Pemerintah Kabupaten Bengkalis yakni 1 milyar 1 desa 1 kelurahan.

"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Bengkalis atas gelontoran dana untuk setiap kelurahan/desa di Kabupaten Bengkalis sehingga sejumlah kegiatan dapat diselenggaran di kelurahan kota," ujar Rizki


"Sosialisasi ini merupakan untuk menyampaikan kepada anak-anak dan adik-adik kita bahwa berbahayanya dalam penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) bagi masa depan remaja kita

Sementara Sekretaris Kecamatan Bengkalis Rafli Kurniawan, S.IP, M.Si memberikan dukungan atas terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan kepada anak-anak kita semua agar dapat memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber nantiknya, ungkapnya.

Turut hadir dalam pembukaan sosialisasi Sekretaris Kelurahan Ahmad Pirdaus, S.Sos, Kepala Seksi Tata Pemerintahan Hamonangan. S, Amd, Kepala Seksi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Sosial dan Budaya Maiyusra.SN, S.Sos, dan para narasumber serta seluruh staf pada Kelurahan Kota Bengkalis


Kelurahan Kota Bengkalis Gelar Musrenbang Tahun 2024

KELURAHAN KOTA BENGKALIS- Pemerintah Kelurahan Kota Bengkalis menggelarkan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2024.
"Alhamdulillah, pada Jumat 21 Oktober 2022 sudah menggelar Musrenbang 2024," ungkap Lurah Kota Bengkalis Rizki Subagia Effendi, S.STP, M.Si.
Diungkapkan Rizki, kegiatan Musrenbang ini  rangka mewujudkan pembangunan di Kabupaten Bengkalis khususnya pada Kelurahan Kota Bengkalis Kecamatan Bengkalis untuk tahun 2024.


Musrenbang merupakan agenda tahunan dalam penyusunan usulan perencanaan pembangunan pada Kelurahan, sebagai tahapan lanjutan setelah Musyawarah Kelurahan (Muskel) perencanaan tahun 2024.
Musyawarah dibuka langsung oleh Camat Bengkalis dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Rafli Kurniawan, S.IP, M.Si
Sebagai tindak lanjut dari Musrenbang yang dilaksanakan, usulan-usulan yang telah disampaikan akan dituangkan ke dalam Berita Acara Pelaksanaan Musrenbang Tahun 2024 dan dipilah sesuai prioritas dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok Infrastruktur, Sosial Budaya dan Perekonomian. Usulan yang sudah tersusun sesuai kelompok, dilanjutkan dengan melengkapi proposal dengan tujuan ke OPD yang bersangkutan, yang nantinya diusulkan pada Musrenbang Kecamatan, ungkap Rafli Kurniawan sekaligus membuka kegiatan.
Musyawarah ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bengkalis Syahrial, S.Sos, M.Si, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana dan Koordinator Wilayah Kecamatan Pendidikan Kecamatan Bengkalis serta LPMK, RW, RT se Kelurahan Kota Bengkalis.

TP PKK Kelurahan Kota Gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak Remaja (PAAR)

KELURAHAN KOTA BENGKALIS -  Dalam rangka mewujudkan program prioritas Pokja 1 dan upaya percepatan Kota Bengkalis Layak Anak, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Kota menggelar sosialisasi pola asuh anak dan remaja Kantor Kelurahan Bengkalis Kota Selasa, 18 Oktober 2022.

Pelatihan diikuti 40 peserta tergabung dari TP PKK Kelurahan Bengkalis Kota, PIK Remaja kelurahan Bengkalis Kota serta masyarakat.

Kegiatan dibuka langsung Lurah Bengkalis Kota Rizki Subagia Efendi Di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bengkalis Kota Putri Kadariah.

Dalam sambutannya Rizki Subagia Efendi menyatakan saat ini permasalahan kenakalan anak remaja semakin marak terjadi, salah satunya adalah pengguna smartphone di usia remaja.

“Penyalahgunaan ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran orang tua dalam mengontrol penggunaan smartphone pada anak, beliau berharap orang tua bisa lebih mengontrol dan membatasi anak dalam menggunakan smartphone,” tegasnya.

Adapun Narasumber kegiatan ini Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Eji Marlina serta Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis Fitrianita Eka Putri.

Eji Marlina menyampaikan Pendidikan karakter anak idealnya mulai diberikan pada anak usia nol hingga enam tahun ( golden age ).

Diproses ini peran orang tua sangat penting seperti fondasi dalam membuat rumah. Fase emas ini otak anak mengalami perkembangan yang paling cepat dalam masa pertumbuhannya, kurang lebih 80 persen otak megalami perkembangan. Dimana masa  setiap  orang tua harus memberikan perhatian yang lebih maksimal lagi untuk anak-anak dapat diketahui sejak dini.

“Ada 5 tangki cinta yang harus dipenuhi orang tua terhadap anaknya, waktu yang berkualitas, kata-kata positif pujian dan dukungan, pelayanan yang baik dan pemberian hadiah. kelima tangki ini harus diberikan penuh kepada anak karena sanggat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak,” pungkas Eji.

Sementara itu Fitrianita memaparkan selain lingkungan keluarga dan masyarakat, Pemerintah Kelurahan juga turut andil besar dalam pola asuh remaja dan orangtuanya. Hal ini didukung dengan adanya program pemerintah yaitu DRPPA/KRPPA (Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak).

"Saat ini ada dua desa yang dijadikan model atau percontohan yaitu desa Damai Kecamatan Bengkalis dan Desa Bantan Timur Kecamatan Bantan, tahun depan sudah harus direplika ke seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Bengkalis. Indikator keberhasilan DRPPA/KRPPA ini hanya dapat direalisasikan bila ada dukungan semua pihak untuk membangun Kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak,” tegas Fitrianita.

Dilanjutkan Fitrianita kita bandingkan kasus kekerasan anak pada tahun 2021 ada 75 kasus, tahun ini meningkat menjadi 110 kasus. Hal ini disebabkan karena peningkatan kesadaran masyarakat untuk melapor, dan salah satu penyebabnya adalah lemahnya kesadaran masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan. sumber  DISKOMINFOTIK