Tunjukkan Komitmen di Bidang Kesehatan, Kelurahan Kota Kembali Bekerjasama dengan Puskemas Kecamatan Bengkalis melalui Sosialisasi P2GP.
Kelurahan Kota Bengkalis-Kelurahan Kota Bengkalis bersama UPT Puskesmas Kecamatan Bengkalis kembali bekerjasama mengadakan Sosialisasi P2GP (Pemotongan/Perlukaan Genitalia pada Perempuan) atau khitan pada perempuan dalam perspektif medis di Aula Kantor Kelurahan Kota. Berperan aktif memberikan kontribusi di bidang kesehatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan sudut pandang baru tentang kesehatan reproduksi dan mencegah disfungsi seksual. Lurah Kota yang di wakili oleh Sekretaris Kelurahan membuka sosialisasi yang dilaksanakan pada Jumat 14 Juni 2024 bersama Pj Program Kesehatan Reproduksi dan Bidan UPT Puskesmas Kecamatan Bengkalis.
"Ini adalah bentuk komitmen dan upaya Kami dalam mendukung program-program Pemerintah Bengkalis di bidang kesehatan melalui Puskesmas", ucap Seklur membuka sambutannya. Dengan sosialisasi ini kita semua diharapkan semakin peka dan peduli tentang isu maupun update seputar perkembangan kesehatan bagi masyarakat khususnya dalam hal ini perempuan dan anak-anak kita. Secara umum P2GP atau khitan pada perempuan ini bukan lah hal yang baru dan sudah sejak lama kita ketahui tetapi seiring perkembangan hal ini menjadi sesuatu yang rentan dan beresiko maka hal itu jugalah yang membuat Kami memandang penting sosialisasi ini agar tokoh agama, tokoh masyarakat, forum anak dan remaja, unsur PKK dan perangkat kelurahan bisa saling merangkul dan mengedukasi warga dilingkungannya.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi dari dr. Ismayuni selaku Pj Program Kesehatan Reproduksi yang menjelaskan tentang P2GP (Pemotongan/Perlukaan Genitalia Perempuan) di Indonesia bukan merupakan tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan atas indikasi medis dan belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Tenaga kesehatan tidak memiliki kompentensi dalam melakukan P2GP.
Promotor Kesehatan ibu Yeni menambahkan praktik pemotongan dan perlukan P2GP bertentangan dengan upaya perlindungan dan pemenuhan kesehatan reproduksi perempuan serta pencegahan segala bentuk kekerasan anak dan perempuan. Perlu dukungan dan komitmen bersama lintas sektoral (kesehatan, agama, perlindungan perempuan dan anak, pendidikan, POGI, IDAI & IBI) dalam upaya pencegahan pratik P2GP / sunat perempuan.
Saat ini sebenarnya praktek sunat pada perempuan sudah mulai dihentikan penerapannya dimasyarakat. Akan tetapi karena beberapa faktor baik itu agama dan tradisi di daerah kita membuat bidan mengalami dilema dengan tingginya permintaan sunat pada anak perempuan sehingga yang dilakukan para bidan hanyalah simbolis saja tanpa ada perlukaan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang baik dari peserta yang hadir.
Bagikan ke :






