Gelar Sosialisasi Rembuk Stunting: Wujud Komitmen Kelurahan Kota Bengkalis Ciptakan Generasi Sehat Menuju Bengkalis Bermasa Bebas Stunting.
Kelurahan Kota Bengkalis – Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Kamis tanggal 2 Oktober 2025, Kelurahan Kota Bengkalis menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting / Rembuk Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Lurah pada pukul 13.30 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber seorang nutrisionis ahli madya dari Puskesmas Bengkalis Ibu T. Desy Shanty, S. Gz, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, peran keluarga dalam pemenuhan gizi, serta strategi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sesuai jadwal yang ditentukan, sosialiasi dibuka langsung oleh Lurah Kota Bengkalis, Muhammad Nuryan Friady, S.STP didampingi Sekretaris Kelurahan. Dalam sambutannya, Lurah menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada seluruh peserta yang hadir khususnya Kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam upaya pelaksanaan dan pencegahan stunting di tengah masyarakat.

“Melalui program edukasi ini saya berharap kita menjadi lebih peduli dan berperan aktif dalam mengidentifikasi penyebab dan merumuskan langkah konkret dalam upaya mencegah stunting, terutama pada balita dan ibu hamil. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni dan Wakil Bapak Bagus Santoso yang selalu memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraaan masyarakat bengkalis, terutama dalam hal ini mencapai bengkalis zero stunting. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal kita menciptakan generasi sehat menuju bengkalis bermasa bebas stunting,”ungkapnya.

Selanjutnya, narasumber Ibu Desy memaparkan secara rinci tentang apa itu stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang, serta bagaimana upaya pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini bahkan sejak masa remaja dan pranikah. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, cara pengukuran tinggi dan berat badan hingga pentingnya edukasi bagi ibu hamil dan keluarga muda.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh narasumber adalah pentingnya intervensi sensitif dan spesifik, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, pemeriksaan rutin di posyandu, penyuluhan kesehatan keluarga, sanitasi air bersih dan perbaikan pola asuh.

Adapun peserta sosialisasi terdiri dari Kader Posyandu, Kader PKK dan PKB lingkup Kelurahan Kota Bengkalis. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara diselingi sharing dan sesi tanya jawab yang membahas ide-ide kreatif seputar gizi dan pola makan serta berbagai pengalaman tantangan dilapangan. Acara ditutup pada pukul 16.00 WIB dengan harapan hasil rembuk dapat ditindaklanjuti bersama.
Bagikan ke :






